Manfaat Daging Kambing Untuk Kesehatan Tubuh

rumah aqiqah tangerang

Ciri khas dari daging kambing adalah bau prengus dan dagingnya yang alot. Akan tetapi jika diolah dengan baik dan tepat, maka daging kambing memberikan rasa lezat dan menggugah selera. Di Indonesia, daging kambing bisa diolah menjadi berbagai macam olahan lezat. Seperti sate, gulai, tongseng, rica-rica, rendang, serta olahan lainnya. Dalam 100 gram penyajian daging kambing mengandung berbagai nutrisi yang baik untuk tubuh. Diantaranya adalah protein, lemak, kalori, kalsium, zinc, natrium, omega, dan nutrisi lainnya. Selain itu, daging kambing juga terdapat kandungan asam amino. Yang mana berfungsi untuk mendukung beragam fungsi organ. Seperti menyerap nutrisi, regenerasi sel, produksi hormon, sampai mendukung kerja sistem imun.

9 Manfaat Daging Kambing Bagi Kesehatan Tubuh

Di Indonesia, olahan daging kambing banyak ditemukan ketika perayaan Idul Adha. Namun kita juga bisa menjumpai olahan daging kambing ketika tetangga atau kerabat sedang melaksanakan ibadah aqiqah. Selain itu, di Indonesia sendiri pun sudah banyak tempat makan yang khusus menyediakan olahan daging kambing sesuai selera konsumennya. Mengonsumsi olahan daging kambing membuat Anda bisa mendapatkan banyak manfaat untuk tubuh. Apa saja itu? Simak dibawah ini.

  1. Mencegah Anemia

Tubuh membutuhkan sel darah merah yang cukup setiap harinya, dengan begitu fungsi organ dan jaringan bisa optimal. Tetapi hal ini sedikit sulit dilakukan oleh orang yang memiliki anemia. Dimana orang yang memiliki anemia ini biasanya kekurangan sel darah merah. Jadi membuat mereka merasa mudah pusing dan lelah. Untuk menyeimbangkan sel darah merah ini, pengidap anemia harus merubah kebiasaan sehari-hari. Termasuk pola makan.

Banyak orang menyarankan pengidap anemia ini untuk mengonsumsi olahan daging kambing. Daging kambing menjadi salah satu makanan tinggi zat besi heme. Yakni jenis zat besi yang mudah diserap oleh tubuh. Zat besi heme sendiri bisa terkandung dalam daging, unggas dan makanan laut. Jadi benar dikatakan bahwa daging kambing bisa membantu mengatasi anemia. Namun tetap harus dipastikan dengan baik porsi makan.

  1. Menjaga Kesehatan Tulang

Berbagai macam mineral seperti kalsium, fosfor, dan kalium terdapat dalam daging kambing. Yang mana berdasarkan penelitian Nutrition Journal, kalsium dan kalium merupakan mineral yang membantu menjaga kepadatan tulang supaya tetap kuat. Selain itu mineral juga bisa membantu menyusun pembentukan tulang. Di lansir dari jurnal Osteoporosis International, daging kambing kaya kalium yang juga berguna untuk tulang. Ini dikarenakan kalium bisa menetralkan kadar asam di tubuh. Jadi bisa mengurangi risiko berkurangnya kadar kalsium yang ada di dalam tulang. Dengan kepadatan tulang bisa tetap terjaga.

  1. Meningkatkan Massa Otot

Bagi Anda yang seorang pria dan ingin mendapatkan massa otot kuat dan baik. Maka mengonsumsi daging kambing menjadi salah satu alternatifnya. Seperti yang sudah diketahui bersama bahwa daging kambing memiliki kandungan protein dan 8 jenis asam amino. Dikutip dari Journal of the International Society of Sports Nutrition, asam amino dan protein bisa meningkatkan massa otot dalam tubuh. Selain itu Nutrients juga menyatakan bahwa daging kambing dan daging hewan secara umum mempunyai kemampuan lebih baik dalam meningkatkan pembentukan protein menjadi otot dibandingkan protein nabati.

  1. Menjaga Kesehatan Jantung

Ternyata, daging kambing bisa digunakan untuk menjaga kesehatan jantung lho. Kandungan kalium yang cukup tinggi akan mempermudah kinerja jantung ketika memompa darah. Dengan begitu ritme detak jantung akan menjadi tetap normal. Tidak hanya itu, kalium juga membantu untuk menstabilkan tekanan darah karena membantu membuang kadar natrium berlebih. Yang mana pembuangan ini lewat urine. Natrium atau mineral yang terkandung dalam garam menjadi salah satu penyebab hipertensi. Kandungan gizi dalam daging kambing pun rendah kolesterol. Kolesterol rendah akan mengurangi risiko penyumbatan pada pembuluh darah yang bisa menyebabkan penyakit jantung. Ada baiknya ketika memasak daging kambing tidak menggunakan garam berlebih supaya manfaatnya lebih maksimal.

  1. Membantu Program Diet

Mengonsumsi olahan daging kambing sebagai lauk mampu membantu mengurangi asupan kalori harian ketika sedang menjalankan program diet defisit kalori. Kalori dalam daging kambing sendiri lebih rendah daripada daging ayam atau sapi. Yaitu 268 kkal dan 120kkal dalam 100 gram. Selain itu, makan olahan daging kambing membantu mengurangi rasa lapar. Hal ini dikarenakan protein yang ada dalam daging kambing bisa mengurangi kadar hormon penyebab rasa lapar atau hormon ghreline. Selain itu protein yang terdapat dalam daging kambing bisa membantu meningkatkan kadar hormon peptide YY atau hormon pemicu rasa kenyang.

  1. Membantu Melawan Depresi

Tidak hanya bisa menyehatkan fisik, tetapi mengonsumsi daging kambing juga berpotensi menjaga kesehatan mental. Kandungan vitamin B12 dan folat yang terdapat dalam daging kambing membantu mengurangi depresi. Hal ini sudah diteliti oleh ahlinya.  Di lansir dari Indian Journal of Psychological Medicine, vitamin B12 dan folat bisa membentuk senyawa serotonin dan norepinefrin yang mana mampu membantu mood tetap stabil.

  1. Mengurangi Risiko Kanker

Selain itu, daging kambing juga mengandung selenium. Di lansir dari jurnal Cochrane, selenium berguna sebagai antioksidan dalam mencegah kanker.  Antioksidan ini berguna untuk melindungi tubuh dari kerusakan karena radikal bebas pemicu kanker. Namun harus dipahami dahulu bahwa fungsi pencegahan risiko kanker ini hanya spesifik ditemukan dalam mineral, bukan daging kambingnya. Menurut Journal of the National Cancer Institute, daging yang diolah dengan cara dibakar menghasilkan kandungan karsinogenik (pemicu kanker) yang bernama polycyclic aromatic hydrocarbon.

  1. Menjaga Tekanan Darah

Kadar sodium dalam daging kambing ini sangat rendah. Dibandingkan dengan daging merah yang lainnya, misalnya sapi atau ayam. Dalam 100 gram daging kambing ini hanya terkandung 82mg sodium. Kandungan sodium yang rendah ini membuat daging kambing ideal untuk dikonsumsi oleh penderita hipertensi. Oleh karena itulah, jika ingin menikmati olahan daging tanpa mengkhawatirkan ketambahan asupan sodium.  Maka olahan daging kambing bisa menjadi alternatif untuk Anda.

  1. Baik untuk Anak-Anak

Olahan daging kambing nyatanya tidak hanya bisa dikonsumsi oleh orang dewasa saja. Tetapi anak-anak juga bisa mengonsumsi olahan daging kambing ini. Kandungan omega-3 dalam daging kambing ini bagus untuk anak-anak yang menderita autisme. Kadar zat besi yang tinggi dalam daging kambing, selain mampu mencegah anemia. Juga baik dikonsumsi oleh wanita yang sedang menstruasi. Selain itu, daging kambing juga tinggi kalsium jadi baik untuk kesehatan tulang anak-anak.

Manfaat yang didapatkan dari daging kambing memang ada banyak dan bisa dirasakan. Namun ada baiknya jika tidak mengonsumsi daging kambing secara berlebihan. Mengonsumsi olahan daging kambing yang berlebihan justru malah meningkatkan risiko terjangkit beragam macam penyakit. Misalnya jantung koroner sampai kanker usus besar. Konsumsi daging kambing yang disarankan adalah tidak lebih dari 70 gram per hari. Seperti yang sudah banyak dikatakan oleh ahli, bahwa yang berlebihan memang tidak baik untuk tubuh. Oleh sebab itulah, pastikan untuk mengonsumsi dalam jumlah tepat.